-->

Senin, 24 Maret 2014

Program Mahasiswa Wirausaha PPKK Universitas Airlangga 2014

Program Mahasiswa Wirausaha PPKK Universitas Airlangga 2014

Program Mahasiswa Wirausaha PPKK Universitas Airlangga 2014

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa mengunjungi website resmi PPKK Unair di:
http://ppkk.unair.ac.id/
Continue...


Senin, 14 Oktober 2013

Nanofiber PLGA (Poly Lactid co Glicolic Acid) dengan Coating Kitosan sebagai Kandidat Pembuluh Darah

Nanofiber PLGA (Poly Lactid co Glicolic Acid) dengan Coating Kitosan sebagai Kandidat Pembuluh Darah - Kontingen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akhirnya berhasil menduduki juara kedua, di bawah ITS, pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 26 di Mataram. Pasalnya, di lomba itu Unair hanya bermodal 10 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tetapi dengan keterbatasan itu, mereka justru berhasil mendulang enam emas, dua perak, dua perunggu dan satu presentasi favorit.

Nanofiber PLGA (Poly Lactid co Glicolic Acid) dengan Coating Kitosan sebagai Kandidat Pembuluh Darah

Enam medali emas diraih dari empat presentasi karya tulis, dan dua lomba poster. Presentasi PKM yang meraih emas masing, masing berjudul “Pemanfaatan Ekstrak Sea Cucumber Terhadap Ekspresi Fibroblast Growt Factor-2 (FGF-2) dan Jumlah Sel Fibroblas pada Luka Pasca Pencabutan Gigi” atas nama Anang Dwi Permana Dkk.

Kemudian

“Nanofiber PLGA (Poly Lactid co Glicolic Acid) dengan Coating Kitosan sebagai Kandidat Pembuluh Darah” oleh Dita Ayu Mayasari dkk. 

”Revitalisasi Peran Karang Taruna sebagai Komunitas Penggerak Antimadat dan Seks Bebas (KOMPAS) Remaja di Kawasan Lokalisasi Dolly, Surabaya” oleh Dedik Sulistiawan Dkk. Serta “BORJAISE – Borak Jauh Ibu Senang” oleh M Al-Risqi Dharma Fauzi dkk.

Sedangkan dua emas yang lain dari lomba poster, yakni ”Sintesis dan Uji Bioaktivitas Senyawa Kimia Anti Tubercolosis (TBC) pada Spons Petrosia Alfiasi dari Perairan Selat Makassar” oleh Efinda Putri dkk. Dan ”Komersialisasi Testis Sapi dalam Pembuatan Hormon Metiltestosteron yang Diperkaya dengan Ekstrak Daun Meniran untuk Jantanisasi Ikan Nila” oleh Yeni Meitasari dkk.

Tim pendamping kemahasiswaan Unair Ganden Supriyanto mengatakan, prestasi ini diraih berkat  keseriusan tim dosen pembina, mahasiswa, dan universitas dalam mempersiapkan materi penelitian hingga sampai di pimnas.

Pasca Pimnas tahun 2012, pihaknya langsung berbenah mempelajari semua kelemahan dan berusaha meningkatkan kualitas berkaitan dengan pemilihan substansi materi dan penelitiannya hingga mencapai hampir 300 judul makalah yang didanai Dikti.

“Talangan dana universitas ketika dana Dikti belum turun, punya peranan sangat penting. Lalu kerjasama dengan BEM, tim pembimbing tak kenal lelah melakukan langkah-langkah  komprehensif peningkatan kualitas, pemilihan topik aktual dan agar jangan sampai proposal salah langkah. Jadi kuncinya adalah kebersamaan,” kata dosen FST Unair itu.

Ditambahkan Eduardus Bimo Aksono, TPKU Unair yang lain, keberhasilan masuk dua besar pimnas ini berkat benar-benar diarahkan pada ahli-ahli yang berkompetensi secara keilmuan. Selain itu dalam proses Unair juga melakukan apapun yang juga dilakukan Dikti, misalnya melaksanakan monev (Monitor dan evaluasi) tingkat lokal untuk menyaring sekaligus menguji proposal dari mahasiswa.

”Kami melupakan pesimis tahun-tahun yang lalu, karena Pimnas Unair ini sudah berada di jalur yang benar, tinggal meningkatkan kualitas saja,”tukasnya.

Original post by http://surabaya.tribunnews.com/ Penulis: Musahadah Editor: Adi Agus Santoso
Re-Posted by Shindu Ramandita

Selamat dan sukses kepada saudara-saudari Dita Ayu Mayasari, Agresta Afianti Ifada, Ova Oktavina, Zahrina Mardina, dan Riki Siswanto atas prestasi yang telah diukir untuk Teknobiomedik dan semoga kesuksesan selalu menemani langkah dan cita-cita anda semua. Aamiin..



Continue...


Alat Deteksi Detak Jantung Mobile Buatan Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Alat Deteksi Detak Jantung Mobile Buatan Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga - Bagi para penderita gangguan jantung, memastikan kondisi jantung dalam keadaan stabil setiap saat adalah hal yang penting. Tidak semua penderita gangguan jantung dapat rutin mengunjungi dokter atau rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Permasalahan inilah yang ditangkap oleh tim peneliti mahasiswa Tekno Biomedik Universitas Airlangga dan berusaha untuk dipecahkan solusinya.

Alat Deteksi Detak Jantung Mobile Buatan Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Gambar sebagai ilustrasi

HRMD atau Heart Rate Monitoring Device adalah sebuah alat untuk mendeteksi dini kelainan detak jantung pada manusia. Deteksi dini ini berguna sebagai tanda awal serangan jantung pada penderita penyakit jantung. Umumnya, alat semacam ini dapat ditemukan di rumah sakit tentunya dengan harga yang relatif mahal dan sulit untuk dibawa keluar dari rumah sakit. Namun, HRMD ciptaan Thiera Ramadanika, Tyas Istiqomah, Rizki Firsta W, dan Agresta Afianti ini menepis semua kendala di atas.

Alat ini memanfaatkan sensor cahaya yang dipasangkan di jari tangan pasien, kemudian akan disambungkan secara wireless kepada alat receiver yang terdiri dari mikrokontroler, buzzer, dan LCD. Proses deteksi hanya dilakukan selama 10 detik, selanjutnya di layar LCD akan muncul angka bradikardi dan takikardi pasien. Yang membuat HRMD ini berbeda adalah kemampuan HRMD untuk dibawa mobile oleh pasien.

“Pasien dapat membawa dan memeriksakan kesehatan jantungnya kapan saja dan pada kegiatan apapun. Hal ini, karena kami mengkonsep alat ini agar dapat dibawa-bawa. Yang penting, sensor cahaya terpasang dengan rapat di jari, maka pemeriksaan jantung bisa dilakukan kapanpun, tanpa harus ke rumah sakit,” Jelas Thiera.

Akurasi dari HRMD hingga saat ini masih 80%. Hasil ini didapat setelah tim ini melakukan kerja sama dengan dokter spesialis jantung untuk menguji alat temuannya ini.

“Kami mengharapkan akurasinya 100%, karena dalam hal kesehatan, selisih 1% pun akan berakibat sangat fatal. Oleh karena itu, kami masih harus melakukan uji komparasi lagi. Jika kemarin kami uji komparasi dengan ECG, selanjutnya kami ingin uji komparasi hasil deteksi dengan pasien monitor yang ada di rumah sakit,” jelas Rizki.

Produk inovatif ini diciptakan bukan tanpa kendala. Kendala terbesar selama proses penelitian dan penemuan alat adalah mendapatkan alat sensor cahaya.

“Kami sampai harus import dari Amerika untuk alat ini. Sebenarnya alatnya sih murah di sana, tapi biaya mendatangkan alat tersebut ke Indonesia yang membuatnya mahal,” tambah Tyas.

Alat temuan mahasiswa Tekno Biomedik Unair ini tergolong produk inovatif. Ke depannya, mereka berharap dapat memproduksi secara massal produk ini sehingga memudahkan pasien yang memiliki gangguan jantung.

Original post by nunk on http://unair.ac.id/unair_v1/profilmhs.unair.php?id=38
Posted by Shindu Ramandita
Continue...


Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga - Sekian lama setelah blog ini tidak diposting, akhirnya menemukan bahan baru untuk update berita. Hehehe.. Kali ini dalam rangka perayaan Idul Adha 1434 Hijriah yang jatuh pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013, para mahasiswa Teknobiomedik mengadakan patungan untuk membeli hewan kurban yang Alhamdulillah pada kesempatan ini menjadi seekor kambing Jantan yang sehat.

Yuk langsung ke TKP untuk lihat sendiri spesifikasi kambing tersebut (kayak hape aja pake spesifikasi):

Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Tampak depan

Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh saudara Dio sebagai perwakilan dari mahasiswa Teknobiomedik 

Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Hewan kurban diterima oleh panitia kurban

Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Tanda terima dan ucapan terima kasih, semoga berkah dan bermanfaat bagi semuanya, aamiin..

Perayaan Idul Adha 1434 H Mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga

Full body

Sekian berita kali ini, semoga hewan kurban tersebut membawa berkah bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya, dan semoga manfaatnya dapat dirasakan bagi mereka yang berhak.

Sekian dan terima kasih.

Posted by Shindu Ramandita, photos owned by saudara Dio

Pelaku utama alias ketua panitia Idul Adha Teknobiomedik by IoNurdin Setiawan, facebook on: https://www.facebook.com/ionurdin.setiawan siapa tau berminat kenalan atau menyumbang hewan kurban juga. hehehehe... Piss yaa buat mas Dio..hehehe
Continue...


 
Iklan Jawa Pos | Toyota Insurance | Trainingsgerate