-->

Selasa, 16 Agustus 2011

Gastritis (Oleh: Riki Siswanto)

BAB I
PENDAHULUAN

Suatu makhluk hidup dalam kesehariannya melakukan banyak aktifitas, dimana dalam melakukan aktifitas tersebut membutuhkan banyak kalori . Oleh karena itu, makhluk hidup sangat membutuhkan makanan untuk memenuhi kalori yang dibutuhkannya .  Makanan tersebut akan dicerna di dalam tubuh makhluk hidup.  Dimana, organ-organ yang berfungsi dalam mencerna makanan tersebut tersusun dalam suatu sistem yang disebut Sistem Pencernaan ( Digestive System ) .

Lambung merupakan salah satu organ yang terintegrasi untuk melakukan pencernaan makanan. Dimana organ tersebut saling berkaitan erat dengan organ pencernaan lainnya dalam melakukan proses pencernaan. Lambung menghasilkan beberapa enzim pencernaan dan di antaranya adalah asam klorida (HCl) yang bersifat asam dan berfungsi membunuh kuman. Asam ini sangat korosif , namun demikian dinding lambung dilindungi oleh mukosa – mukosa bicarbonate yang melindungi lambung dari asam klorida.

Gastritis akan terjadi ketika mekanisme pelindung ini hilang atau rusak sehingga dinding lambung tidak memiliki pelindung terhadap asam lambung. Karena hilangnya ataupun rusaknya mekanisme pelindung tersebut, akan memungkinkan terjadinya iritasi , inflamasi , maupun erosi pada lapisan lambung dan bisa terjadi pemborokan pula sehingga dengan kondisi seperti itu bisa menimbulkan gejala gastritis .

BAB II
DEFINISI GASTRITIS

Penyakit  Gastritis adalah suatu peradangan pada lambung yang disebabkan oleh beberapa kondisi yang kompleks dan saling berkaitan. Kondisi yang menyebabkan gastritis adalah infeksi Helicobacter pylori, trauma fisik, stress, pola makan yang tidak teratur, dll. Gastritis bukanlah suatu penyakit tunggal, namun beberapa kondisi-kondisi yang berbeda yang semuanya mempunyai peradangan lapisan lambung
Karena gastritis merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit pencernaan dengan gejala – gejala yang mirip antara satu dengan yang lainnya, menyebabkan penyakit ini mudah dianggap sebagai penyakit lainnya seperti :
1.    Gastroenteritis. Juga disebut sebagai flu perut (stomach flu), yang biasanya terjadi akibat infeksi virus pada usus. Gejalanya meliputi diare, kram perut dan mual atau muntah, juga ketidaksanggupan untuk mencerna. Gejala dari gastroenteritis sering hilang dalam satu atau dua hari sedangkan untuk gastritis dapat terjadi terus menerus.
2.    Heartburn. Rasa sakit seperti terbakar yang terasa di belakang tulang dada ini biasanya terjadi setelah makan. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan masuk ke dalam esophagus (saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dan perut). Heartburn dapat juga menyebabkan rasa asam pada mulut dan terasa sensasi makanan yang sebagian sudah dicerna kembali ke mulut.
3.    Stomach ulcers. Jika rasa perih dan panas dalam perut terjadi terus menerus dan parah, maka hal itu kemungkinan disebabkan karena adanya borok dalam lambung. Stomach (peptic) ulcer atau borok lambung adalah luka terbuka yang terjadi dalam lambung. Gejala yang paling umum adalah rasa sakit yang menjadi semakin parah ketika malam hari atau lambung sedang kosong. Gastritis dan stomach ulcers mempunyai beberapa penyebab yang sama, terutama infeksi H. pylori. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya gastritis dan begitu juga sebaliknya.
4.    Nonulcer dyspepsia. Merupakan kelainan fungsional yang tidak terkait pada penyakit tertentu. Penyebab pasti keadaan ini tidak diketahui, tetapi stress dan terlalu banyak mengkonsumsi gorengan, makanan pedas atau makanan berlemak diduga dapat mengakibatkan keadaan ini. Gejalanya adalah sakit pada perut atas, kembung dan mual.

BAB III
KLASIFIKASI GASTRITIS

Secara garis besar, pembagian grastritis dibagi menjadi 2 bagian :

1. Grastritis akut
Grastritis akut adalah inflamasi akut dari lambung, biasanya terbatas pada muklosa. Dan secara garis besar grastritis akut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu
a.    grastritis eksogen akut , karena bahan kimia, oleh termis, mekanis iritasi bakterial adalah faktor-faktor penyebab yang biasanya terjadi pada grastritis eksogen akut.
b.    grastritis endogen akut, terjadi karena kelainan tubuh adalah penyebab dari grastritis endogen akut. Grastritis akut dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya.
Salah satu grastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit yang berat adalah grastritis erosif atau grastritis hemoragik. Adapun gejala-gejala klinis yang sering menimbulkan grastritits erosif adalah trauma yang luas, gagal ginjal, oprasi besar, luka bakar yang meluas, trauma kepala, dan septikemia. Sedangkan penyebab lain adalah berasal dari obat-obatan, misalnya aspirin dan obat anti inflamasi non-steroid.
Faktor-faktor yang menyebabkan grastritis erosif adalah :
• Iskemia pada mukosa gaster
• Faktor pepsin
• Refluks empedu dan
• Cairan pankreas

2. Gastritis kronis
Lambung yang mungkin mengalami inflamasi kronis dari tipe tertentu sehingga menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik disebut gastritis kronisa. Terjadinya infiltrasi sel radang yang terjadi pada lamina propria, daerah epitelial atau pada kedua daerah tersebut terutama terdiri atas limfosit dan sel plasma disebut gastritis kronis. Infeksi kuman Helicobacter pylori yang juga merupakan penyebab gastritis yang termasuk dalam kelompok gastritis kronis. Peningkatan aktifitas gastritis kronis ditandai dengan kehadiran granulosit netrofil pada daerah tersebut.

Klasifikasi yang sering digunakan adalah :
1. Apabila sebukan sel radang kronis terbatas pada lamina propia mukosa superfisialis dan edema yang memisahkan kelenjar-kelenjar mukosa, sedangkan sel-sel kelenjar tetap utuh disebut gastritis kronis superfisialis.
2. Terjadinya perubahan histopatogik kelenjar mukosa lambung menjadi kelenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet adalah metaplasia intestinalis. Perubahan tersebut dapat terjadi hampir pada seluruh segmen lambung, tetapi dapat pula hanya merupakan bercak-bercak pada bagian beberapa lambung.
3. Apabila sel-sel radang kronis menyebar lebih dalam disertai distorsi dan destruksi sel-sel kelenjar yang lebih nyata disebut gastritis kronis atrofik.
4. Pada saat struktur kelejar-kelenjar menghilangdan terpisah satu sama lain secara nyata dengan jaringan mengikat, sedangkan sebukan sel-sel radang juga menurun, atrofi lambung dianggap merupakan stadium akhir gastritis kronis. Dan mukosa menjadi sangat tipis, sehingga dapat menerangkan mengapa pembuluh darah menjadi terlihat pada saat pemeriksaan endoskopi.

Sedang menurut distribusi anatominya, gastritis kronis dapat dibagi menjadi :
• Maag kronis korups tipe A, dimana perubahan histopatologik terjadi pada korpus dan kardia lambung. Tipe ini sering dihubungkan dengan proses autoimun dan dapat berlanjut menjadi anemia pernisiosa.
• Maag kronis antrim tipe B, tipe ini merupakan tipe yang paling sering dijumpai, yang sering dihubungkan dengan infeksi kuman Helycobacter pylori (H. Pylori).
• Maag multifokal atau tipe AB yang distribusinya meyebar ke seluruh gaster (lambung). Seiring dengan orang yang lanjut usia, penyebaran ke arah korups-pun meningkat.

BAB IV
ANATOMI PERBANDINGAN

A . Anatomi lambung normal
Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai regio epigastrica an umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang, ostium cardiacum dan ostium pyloricum; dua curvatura, curvatura major dan curvatura minor dan dua dinding, paries anterior dan paries posterior.



Secara umum lambung di bagi menjadi 3 bagian:
1.    kardia/kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Ini hanya mensekresi mucus .
2. fundus/gastric terletak hampir di seluruh corpus, yang mana kelenjar ini memiliki tiga tipe utama sel, yaitu :
a. Sel zigmogenik/chief cell, mesekresi pepsinogen. Pepsinogen ini diubah menjadi pepsin dalam suasana asam. Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting.
b. Sel parietal, mensekresi asam hidroklorida dan factor intrinsik. Faktor intrinsik diperlukan untuk absorbsi vitamin B12 dalam usus halus.
c. Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Sel ini  mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti.
3. pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Kelenajr ini mensekresi gastrin dan mukus, suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung.

Lapisan Lapisan Lambung
Lambung terdiri atas empat lapisan :
1. Lapisan peritoneal luar atau lapisan serosa yang merupakan bagian dari peritoneum viseralis. Dua lapisan peritoneum visceral menyatu pada kurvatura minor lambung dan duodenum, memanjang kearah hati membentuk omentum minus. Lipatan peritoneum yang keluar dari organ  satu menuju organ lain disebut ligamentum. Pada kurvatura mayor peritoneum terus kebawah membentuk omentum mayus.

2. Lapisan berotot yang terdiri atas tiga lapis:
•    serabut longitudinal, yang tidak dalam dan bersambung dengan otot esofagus,
•    serabut sirkuler yang paling tebal dan terletak di pilorus serta membentuk otot sfingter; dan berada di bawah lapisan pertama, dan
•    serabut oblik yang terutama dijumpai pada fundus lambung dan berjalan dari orifisium kardiak, kemudian membelok ke bawah melalui kurvatura minor (lengkung kecil).


3.     Lapisan submukosa yang terdiri atas jaringan areolar berisi pembuluh darah dan saluran limfe. Lapisan mukosa yang terletak di sebelah dalam, tebal, dan terdiri atas banyak kerutan atau rugue, yang hilang bila organ itu mengembang karena berisi makanan.
4.     Membran mukosa dilapisi epitelium silindris dan berisi banyak saluran limfe. Semua sel-sel itu mengeluarkan sekret mukus. Permukaan mukosa ini dilintasi saluran-saluran kecil dari kelenjar-kelenjar lambung. Semua ini berjalan dari kelenjar lambung tubuler yang bercabang-cabang dan lubang-lubang salurannya dilapisi oleh epithelium silinder. Epithelium ini bersambung dengan permukaan mukosa dari lambung. Epithelium dari bagian kelejar yang mengeluarkan sekret berubah-ubah dan berbeda-beda di beberapa daerah lambung.


B. Anatomi pada lambung yang terkena Gastritis


Pada Gastritis, membran mukosa menjadi edematous ( edema ) dan hyperemic         ( bercampurnya cairan dan darah) dan juga erosi pada superfisial , dimana yang  mengeluarkan cairan gastric yang mengandung sedikit asam tetapi banyak mukosa. Pemborokan superfisial ( superficial ulcer )juga terjadi dan hal itu bisa menyebabkan pendaharan.

BAB V
PENYEBAB DAN GEJALA GASTRITIS

A.    Penyebab Gastritis
Adapun penyebab dari penyakit ini dibedakan menjadi dua macam yaitu dikarenakan zat eksternal dan internal. Zat eksternal adalah zat dari luar tubuh yang dapat menyebabkan korosif atau iritasi lambung. Sedangkan zat internal adalah pengeluaran zat asam lambung yang berlebihan dan tidak teratur. Adapun gejala lain yang bisa terjadi adalah karena stres yang berkepanjangan yang dapat mengakibatkan produksi asam lambung serta karena adanya kelainan autoimun .

Kondisi-kondisi penyebabnya antara lain :
1. Penyebab zat eksternal yang menyebabkan iritasi dan infeksi
•    Infeksi bakteri H. Pylori,virus (termasuk herpes simpleks), jamur dan parasit : sebagian besar penyebab gastritis atau gastritis adalah akibat infeksi bakteri H. Pylori yang hidup di bagian dalam lapisan mukosa yang melapisi dinding lambung. Hingga sekarang tidak dapat dimengerti bagaimana bakteri tersebut dapat ditularkan, namun diperkirakan penularan tersebut terjadi melalui jalur oral (mulut) atau akibat memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. Infeksi H. pylori ini sekarang diketahui sebagai penyebab utama terjadinya peptic ulcer dan penyebab tersering terjadinya gastritis.
•    Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus. Obat analgesik anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti antalgin, asam mefenamat, aspirin, ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan peradangan pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi dinding lambung.
•    Penggunaan alkohol secara berlebihan. Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa pada dinding lambung dan membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam lambung walaupun pada kondisi normal.
•    Penggunaan kokain. Kokain dapat merusak lambung dan menyebabkan pendarahan dan gastritis.
•    Keracunan
•    Bahan Korosif

2. Penyebab zat internal (adanya penyebab meningkatnya asam lambung yang   berlebihan) , adalah :
• Sering makan makanan asam, pedas termasuk lada
• Kebiasaan makan yang tidak teratur
• Kondisi psikologis stres mental dan frustrasi
3. Kelainan autoimmune. Dimana sistem kekebalan yang menyerang sel – sel normal lambung yang menyebabkan kerusakan dinding lambung.

Semua penyebab-penyebab tersebut dapat menyebabkan kerusakan ketahanan selaput lambung. Apabila keadaan tersebut dibiarkan secara terus menerus tanpa adanya asupan makanan yang masuk maka, akan terjadi peningkatan asam lambung yang akan meningkatkan perangsangan kolinergik selanjutnya akan meningkatkan motilitas lambung. Peningkatan motilitas lambung dapat menyebabkan erosi pada lambung, jika dibiarkan maka dapat menyebabkan tukak lambung.

B.    Gejala gastritis
Gejala atau sakit gastritis memiliki beberapa tanda bahkan kadang – kadang gejalanya samar tergantung dari berat ringannya gastritis. Gejala sakit gastritis ringan biasanya hanya berupa kembung dan sering bersendawa sementara gejala sakit gastritis berat atau gastritis kronis seperti rasa perih seperti terbakar pada daerah ulu hati. Gejala sakit gastritis berupa :
1.    Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan
2.    Muntah
3.    Kehilangan selera makan
4.    Kembung
5.    Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
6.    Kehilangan berat badan

BAB VI
FAKTOR RESIKO GASTRITIS

Faktor resiko adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit gastritis. Jika seseorang telah terkena penyakit gastritis maka beberapa faktor resiko tersebut harus dihilangkan agar penyakit gastritis tidak bertambah parah. Faktor resiko sakit gastritis adalah :
1.    Infeksi H. pylori
2.    Tinggal di tempat padat dan kumuh, kondisi ini meningkatkan resiko infeksi H. pylori
3.    Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)
4.    Pecandu alkohol
5.    Perokok
6.    Usia tua
7.    Kelainan genetik

BAB VII
DIAGNOSA GASTRITIS

Diagnosa gastritis berdasarkan anamnesis (tanya jawab), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan anamnesis berupa keterangan dan keluhan penderita gastritis seperti nyeri ulu hati yang sifatnya seperti teriris – iris atau terbakar, mual, kembung, nafsu makan turun. Pemeriksaan fisik gastritis adanya nyeri tekan pada daerah ulu hati dan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan endoscopy untuk melihat kondisi lambung dan jika perlu mengambil sampel lambung (biopsi) untuk deteksi H. Pylori.

Mendiagnosis Gastritis dengan pemeriksaan laboratorium
Gastritis didiagnosis melalui satu atau lebih tes-tes medis:
1.    Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dokter mendorong dengan pelan-pelan suatu endoscope, suatu tabung kecil yang berisi sebuah kamera kecil, melalui mulut anda (atau adakalanya melalui hidung) dan turun kedalam lambung anda untuk melihat pada lapisan perut/lambung. Dokter akan memeriksa peradangan dan mungkin mengeluarkan suatu contoh kecil jaringan untuk pemeriksaan. Prosedur untuk mengangkat suatu contoh jaringan disebut sebuah biopsi.
2.    Tes Darah. Dokter mungkin memeriksa jumlah sel darah merah anda untuk melihat apakah anda mempunyai anemia, yang berarti bahwa anda tidak mempunyai cukup sel-sel darah merah. Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan dari lambung.
3.    Tes Tinja/Feces. Tes ini memeriksa kehadiran darah dalam feces anda, suatu tanda perdarahan. Tes feces mungkin juga digunakan untuk mendeteksi kehadiran H. pylori dalam saluran pencernaan.
4.    Tes Upper gastrointestinal (GI) .Tes ini dilakukan dengan pasien menelan barium , kemudian material cairan kontras membuat saluran pencernaan visible dengan sinar-X.  Kemudian hasil gambar pencitraan dari sinar-X tersebut  bisa digunakan untuk melihat apakah ada perubahan pada lapisan lambung , seperti indikasi adanya erosi ataupun borok .


BAB VIII
PENYEMBUHAN GASTRITIS

A.    Pengobatan gastritis
Mengobati gastritis harus melibatkan pengaturan pola hidup, pola makan dan manajemen stress pada penderita gastritis.
Tujuan pengobatan gastritis adalah
a.    menetralkan asam lambung,
b.    mengurangi pengeluaran asam lambung,
c.    mengurangi gejala – gejala akibat iritasi lambung,
d.    memperbaiki kondisi dinding lambung yang rusak akibat iritasi lambung
e.    dan meningkatkan aliran darah ke lambung.

Pengobatan tersebut melibatkan hal-hal seperti dibawah ini :
•    Pola hidup untuk pengobatan gastritis adalah mengatur pola tidur dan olahraga. Hindari tidur begadang atau larut malam dan usahakan bangun pagi atau subuh. Berolah raga secara teratur minimal 3x seminggu sangat membantu proses penyembuhan gastritis. Olah raga secara teratur akan memperlancar aliran darah ke lambung sehingga mempercepat penyembuhan luka pada lambung.
Kombinasi obat dokter dan olahraga yang tepat dapat mempercepat penyembuhan sakit gastritis. Olahraga dengan lama yang disesuaikan dengan ketahanan tubuh, yang terbaik adalah jogging atau lari yang disesuaikan dengan kemampuan.

•    Pola makan pada penderita gastritis adalah makan sedikit – sedikit, tidak kenyang juga tidak lapar. Hindari makan makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti makan makanan yang kecut, asem, saos dan pedas. Penderita gastritis tidak boleh menunda waktu makan, namun jika tidak sempat makan maka makanlah snack atau kue untuk menetralkan asam lambung, jika tidak ada snack atau kue maka minumlah yang banyak untuk membantu menetralkan asam lambung.

B . Obat Gastritis

Obat gastritis yang sering dipakai oleh dokter adalah :
1.    Antasida. Antasida mengandung kalsium karbonat dan magnesium hidroksida. Ada yang berupa tablet atau cair. Antasida menetralisir asam lambung dan dapat menghilangkan rasa sakit akibat asam lambung dengan cepat.
2.    H2 antagonis seperti ranitidine, cimetidine, nizatidine, and famotidineyang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi.
3.    Penghambat pompa proton. Penghambat pompa proton mengurangi asam dengan cara menutup kerja dari pompa – pompa dari sel – sel di lambung yang menghasilkan asal lambung. Yang termasuk obat golongan ini adalah omeprazole, lansoprazole, rabeprazole dan esomeprazole. Obat-obat golongan ini juga menghambat kerja H. pylori.
4.    Cytoprotective agents. Obat-obat golongan ini membantu untuk melindungi jaringan-jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil. Yang termasuk ke dalamnya adalah sucraflate dan misoprostol.

Obat tradisional dan Herbal gastritis   
Obat tradisional atau Herbal untuk gastritis yang sering digunakan adalah temu lawak. Herbal temulawak sangat bagus untuk memperbaiki kesehatan pencernaan diantaranya adalah gastritis dan penyakit kandung empedu
Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya.

Penyembuhan pada gastritis akut
Gastritis akut akibat konsumsi alkohol dan kopi berlebihan, obat-obat NSAID dan kebiasaan merokok dapat sembuh dengan menghentikan konsumsi bahan tersebut.
Gastritis akut akibat pengguna aspirin, pencegahan terbaik adalah dengan misoprosto. Namun sebaiknya pengobatan meliputi pencegahan terhadap setiap pasien dengan resiko tinggi, pengobatan terhadap penyakit yang mendasari, dan menghentikan obat yang dapat menjadi kausa dan pengobatan suportif.  Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan antasida . sebagian kecil pasien perlu dilakukan tindakan yang bersifat invasif untuk menghentikan perdarahan yang mengancam jiwa, contohnya dengan endoskopi skleroterapi, embolisasi arteri gastrika kiri, atau gastrektomi. Pemberian antasida H2 dan sukralfat tetap dianjurkan walaupun efek terapeutiknya masih diragukan.

Penyembuhan pada Gastritis kronis
Pada gastritis kronis akibat infeksi bakteri H. pylori dapat diobati dengan terapi eradikasi H. pylori. Eradikasi ini dapat mengembalikan gambaran histopatologi menjadi normal. Terapi eradikasi ini terdiri dari pemberian 2 macam antibiotik dan 1 macam penghambat produksi asam lambung, yaitu PPI (proton pump inhibitor).
Pada gastritis kronis autoimun pengobatannya ditujukan pada anemia pernisiosa yang diakibatkannya. Untuk memperbaiki keadaan anemianya,dapat menggunakan vitamin B-12 parenteral.

Adapun berbagai kombinasi obat untuk eradikasi kuman H. Pylori adalah :
1. Quadriple therapy (bila terapi setandar dengan terapi triple gagal).
Kombinasi antara PPI (lihat diatas), CBS (4 x 120 mg/hari) dengan dua macam anti biotika dipilih dari Amoksisilin, Klaritomisin, Tetrasiklin atau Metonodasol
2. Triple drugs (diberikan 1-2 minggu)
Bismuth triple therapy : Colloidal bismuth subnitrat (CBS) 4 x 120 mg / hari + Pilih 2 diantara 3 : Metronidasol 4 x 500 mg / hari, Amoksisilin 4 x 500 mg/hari, dan Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari.

3.“Proton Pump Inhibitor (PPI) based” triple therapy :
Omeprasol 2 x 20 mg/hari atau Lansoprasol 2 x 30 mg/hari atau Lansoprasol 2 x 40 mg/hari + 2 antibiotika dari : Klaritromosin 2 x 250-500 mg/hari, Amoksisilin 2 x 1000 mg/hari atau metronidasol 2 x 400-500 mg/hari.

BAB IX
PERAWATAN GASTRITIS

Merawat Gastritis
Perawatan biasanya melibatkan meminum obat-obat untuk mengurangi asam lambung dan dengan demikian membantu menghilangkan gejala-gejala dan memajukan kesembuhan. Asam lambung mengiritasi jaringan yang meradang didalam lambung. Menghindari makanan-makanan, minuman-minuman, atau obat-obatan tertentu mungkin juga direkomendasikan.

Jika gastritis anda disebabkan oleh suatu infeksi, persoalan itu mungkin juga dirawat. Contohnya, dokter mungkin meresepkan antibiotik-antibiotik untuk mehilangkan infeksi H. pylori. Sekali persoalan yang mendasarinya hilang, gastritis biasanya jug menghilang. Bicara dengan dokter anda sebelum memberhentikan obat apa saja atau memulai perawatan gastritis apa saja oleh anda sendiri.

LAMPIRAN
Beberapa foto lapisan lambung yang terkena gastritis






DAFTAR PUSTAKA
- Anatomy and Physiology of Stomach diakses tanggal 19 November 2010 : 13.10 dari http:/ /www.EDocFind.com/
- Beverly A Dickson, MDMark Feldman, MD Classification and diagnosis of gastritis and gastropathy diakses tanggal 19 November 2010 : 13.00 dari http:/ / www. Emedika. net/
- National Digestive Diseases Information Clearinghouse, National Institutes of Health. Gastritis. diakses tanggal 22 November 2010 : 16.30  dari http:/ /www.MedicineNet.com/
- Tortora and Grabowski, 1996 . Human Anatomy : Histology of the stomach. a three-dimensional view of layers of the stomach  .


Compiled by RIKI SISWANTO
riki siswanto


2 komentar:

  1. wah fotonya mas riki..
    yg lain mana nih komentar buat jurnalnya??

    BalasHapus
  2. semoga setelah baca blog ini saya bisa merubah pola hidup saya dan maag kronis saya sembuh. .
    :-)

    BalasHapus

Silahkan memberikan tanggapan/komentar anda dikotak komentar dibawah ini, mohon tidak melakukan spam dalam komentar.

 
Iklan Jawa Pos | Toyota Insurance | Trainingsgerate